SURF CONTESTS Posted by admin on 2008-12-05 [ print article | tell friends ]Surfer Girl "Big Splash"
Halfway Beach, Kuta-Bali
October 5, 2008
Photo courtesy of Surfer Girl
Results
Coca-Cola ISC Open Women's Division
1. Yasnyiar Gea (Bonne)
2. Dyah Rahayu
3. Martina
4. Ayako Miyashita
First Ever Contest
1. Uchie
2. Lily
3. Alicia
4. Jordana
Bodyboard
1. Karina Mattos
2. Yumi
3. Becky
4. Vica
Dad-Daughter Contest
1. Siena - Andrew
2. Sierra - Jeff Anderson
OAKLEY PRO JUNIOR GLOBAL CHALLENGE
Keramas
October 7-17 October 2008
Photo: Tim Hain
Surfer asal Hawai berusia sembilan belas tahun, Dusty Payne akhirnya memenangkan kontes bergengsi Oakley Pro Junior Global Challenge dan mengantongi hadiah terbesar yang pernah ditawarkan dalam kontes surfing tingkat junior yaitu sebanyak USD $20,000.
Dalam final selama empat puluh lima menit, Dusty Payne berhadapan dengan surfer asal Perancis Marc Lacomare. Mereka diberkahi oleh ombak Pantai Keramas 6-8 ft yang begitu sempurna dengan banyak barrel, untuk memperebutkan hadiah total sebesar USD 75,000 selama event ini berlangsung.
Check out SURF TIME MAGAZINE for full story
Rip Curl GromSearch Finals
Halfway Kuta Beach
October 25, 2008
Photo courtesy of Rip Curl
Results
Under 14
1. Koko
2. Dian Dianto
3. G. Putra
4. M Rifai
Under 16
1. Gazali
2. Agustina
3. Ahmad
4. Taka
OAKLEY PRO JUNIOR GLOBAL CHALLENGE
Keramas - October 7-17 October 2008
Photos: Tim Hain
Surfer asal Hawai berusia sembilan belas tahun, Dusty Payne akhirnya memenangkan kontes bergengsi Oakley Pro Junior Global Challenge dan mengantongi hadiah terbesar yang pernah ditawarkan dalam kontes surfing tingkat junior yaitu sebanyak USD 20,000.
Dalam final selama empat puluh lima menit, Dusty Payne berhadapan dengan surfer asal Perancis Marc Lacomare. Mereka diberkahi oleh ombak Pantai Keramas 6-8 ft yang begitu sempurna dengan banyak barrel, untuk memperebutkan hadiah total sebesar USD 75,000 selama event ini berlangsung.
Ini merupakan kemenangan pertama bagi Dusty Payne dalam kurun waktu lebih dari delapan tahun terakhir. Perjalanannya dalam memperoleh kemenangan ini begitu manis. Ia tak menunjukkan kesulitan yang berarti. Ia bahkan berhasil mencetak nilai tertinggi. Menurutnya kondisi Keramas terutama di hari final enggak jauh berbeda dengan kondisi ombak di tempat asalnya, Maui-Hawai.
“Saya sangat senang bisa menjuarai event ini. Sudah lama sekali rasanya saya enggak pernah memenangkan kontes. Tapi saya enggak pernah putus asa dan terus ikut dalam kontes sambil melatih kemampuan.”, ungkap sang juara.
Pada babak final terasa amat sangat menegangkan, enggak hanya bagi kedua finalis juga bagi para penonton yang ada di pantai. Dari kombinasi dua ombak terbaiknya, Dusty Payne berhasil mendapatkan nilai sebesar 16,27 meninggalkan lawannya Marc Lacomare di angka 14,33. Dusty Payne sendiri mengakui bahwa kemenangannya ini cukup mengejutkan. Selama berlangsungnya final, ia sempat tertinggal dalam perolehan nilai karena awalnya Marc Lacomare mendapatkan ombak yang bagus. Namun hal tersebut tak mematahkan semangatnya. Dengan sabar ia terus mencari ombak yang lebih bagus. Untungnya ia mendapatkan beberapa ombak yang memungkinkannya untuk menampilkan beberapa manuver yang radikal.
Setelah menyelesaikan final, Marc Lacomare mengaku cukup puas dengan hasil yang didapatnya. “Walaupun enggak menang, saya mendapat nilai yang cukup baik dan bisa mengalahkan beberapa surfer muda terbaik dari seluruh penjuru dunia. Dusty Payne memang surfing dengan sangat mengagumkan sepanjang event ini. Berhadapan dengannya di babak final merupakan sesuatu yang cukup membanggakan.”, ungkap surfer asal Hossegor- Perancis ini. Sebagai runner up, ia berhak mengantongi uang sebesar USD 7,500.
Pemilihan atas ombak merupakan salah satu kunci keberhasilan bagi Dusty Payne. Sebelumnya di semi final pertama Dusty Payne dengan strategi surfing yang cukup lihai berhasil menumbangkan perjuangan surfer asal Australia, Mitch Crews. Dusty Payne dengan sabar menunggu ombak yang terbaik baginya dan akhirnya menghadiahinya nilai sebesar 9,00 dari ombak kedua yang merupakan barrel. Di sisa waktu selama sepuluh menit, ia kembali mencetak nilai 8,50 dan memimpin perolehan nilai. Natural footer ini dengan santai mencabik ombak Pantai Keramas yang clean.
Sementara di semi final kedua, Marc Lacomare dengan cukup mudah mengalahkan surfer asal Afrika Selatan Shaun Joubert dengan perolehan angka 17,00 melawan angka 15,97.
Posisi berikutnya ditempati oleh duo asal Brazil Miguel Popo dan Peterson Crisanto, ditutup dengan surfer asal Kuta Made ‘Garut’ Widiartha dan Nick Godfrey yang berasal dari Afrika Selatan. Masing-masing mendapat hadiah sebesar USD $3,500.
Babak kualifikasi Oakley Pro Junior Global Challenge 2008 ini telah diadakan sejak bulan Februari lalu. Dengan total enam event, dimulai di North Stradbroke-Queensland (Australia), diikuti dengan event di New Pier-Durban (Afrika Selatan), Lower Trestles- San Clemente, California (AS), Itamambuca Beach-Ubatuba City, Sao Paulo (Brazil), Shidashita Point-Chiba (Jepang), dan Grand Plage, Lacanua-Gironde (Perancis). Para surfer yang terkualifikasi di masing-masing negara berkesempatan untuk mengikuti event final ini di Bali, dimana tanggal 6 Oktober 2008 diadakan babak trial untuk para surfer Indonesia.
|