HOT GROMS| AFTER SURF FISHING| KELLY SLATER HELPS SAVE CORAL REEFS Posted by admin on 2007-02-01 [ print article | tell friends ]
After Surf FISHING
Photos: Made Switra
Ada kesibukan baru yang dilakukan beberapa surfer Kuta belakangan ini. Selain surfing, mereka lagi doyan banget memancing. Kegiatan ini memang bukan hal yang baru. Mereka biasa memancing karena memang berasal dari keluarga nelayan.
Di akhir tahun, tepatnya tanggal 3 Desember lalu, Made Switra bersama dengan nelayan setempat mengadakan lomba mancing yang dinamakan 1st Open Trolling Contest di daerah Tuban, Kuta. Ada sekitar 25 perahu tradisional Kuta yang melaut dengan para surfer yang ikutan, selain Made Switra ada Made Artha, Kopling, Wayan Pica, Dharmawan, Suar, Koming, dll. Acara yang terbilang spontan ini berlangsung dari pukul delapan pagi hingga dua siang. Kriteria penjuriannya adalah poin yang dihasilkan dari ikan yang ditangkap. Beda jenis ikan tentu aja beda nilainya. Tangkapan mereka gila-gilaan. Berbagai macam ikan dengan berat puluhan kilo! Namun akhirnya Made Artha yang dinyatakan sebagai pemenang dengan tangkapannya berupa ikan Tenggiri dan Barakuda. Pada sore harinya lebih seru lagi karena pantai menjadi rame dengan acara bbq hasil tangkapan mereka.
Menyusul, tanggal 30 di bulan yang sama telah direncanakan pengadaan acara serupa. Namun sayang, karena kondisi cuaca yang kurang baik, batal dilakukan. “Sebenarnya gak batal. Tapi menunggu waktu dan kondisi yang tepat”, jelas Made Switra. Waiting period event selanjutnya yang bernama Kuta Beach Fishing Competition ini akan berlangsung hingga bulan April mendatang. Hingga kondisi cuaca yang bener-bener mendukung. Kalo ada yang tertarik untuk ikutan, berikut adalah syaratnya:
- Menggunaka perahu tradisional Kuta. Maksudnya adalah untuk mencerminkan ciri khas daerah.
- Trolling and casting.
- Biaya pendaftaran Rp.100.000,- untuk dua orang, dengan tambahan Rp.50.000,-/ orang yang ikutan.
Contact person: Made Switra (08123800826)
Untuk sementara, Made Switra mengatakan bahwa acara ini hanya diperuntukkan bagi nelayan dan lokal Kuta aja. Tapi kalo mau dateng untuk liat berlangsungnya lomba mancing atau ikutan after party nya, akan sangat disarankan. Untuk bikin rame.
Tempat pengadaannya juga masih dipertimbangkan, mengikuti kondisi. Kemungkinan di Patra Jasa yang deket dengan bandara atau di Art Market yang deket dengan Kuta Square.
Kelly Slater Helps Save Coral Reefs
By Dr. Craig Shuman
Director Reef Check California
As surfers, we are drawn to the deep blue barrels that grind over shallow coral reefs. Without coral reefs, however, most tropical surf breaks would not exist. The growth of new corals is needed to keep the constantly eroding reef in shape. Coral reefs are much more than “tube-builders.” Having existed for more than 100 million years, coral reefs are the most biodiverse aquatic ecosystem on the planet. These “rainforests of the sea” do much more than produce perfect surf. They protect coastlines from storm waves and tsunamis and provide food and income for hundreds of millions of coastal people around the world.
Unfortunately, coral reefs around the world are under attack from a variety of human activities ranging from poor land use practices to dynamite fishing. Recent studies indicate that close to 40% of the coral reefs in southeast Asia have been destroyed with another 30% in critical condition.
Eight time world champion surfer, Kelly Slater, is leading the way to help fight the destruction of
|